Gus Dur Mewarisi Kebijaksanaan Nabi Sulaiman
KAMIS, 29 SEPTEMBER 2011 Sejak usia dini, Gus Dur gemar membaca buku. Buku apa saja. Dan menyangkut ilmu apa saja. Tak heran kalau ia pandai. Dan kritis. “Saya kira banyak sekali orang yang bisa pandai dari membaca buku. Tidak hanya Gus Dur. Yang lebih kritis juga tidak kurang-kurang. Tapi untuk apa pandai dan kritis itu? Kalau nggak kuat, bisa minterin orang. Jadi fitnah. Pinter nggak ada gunanya. Nyolong ora ketok nyolong, ya pinter,” jelas kang Sobary pada peluncuran Pojok Gus Dur di gedung PBNU lantai 8 pada Ahad, 07/08 petang. Hadir pada kesempatan itu sahabat-sahabat Gus Dur yang lain; Adi Massardi, Musdah Mulia, Budi Tanuwibowo, Muslim Abdurahman, dan Danarto. Pojok Gus Dur yang diresmikan ketua PBNU, Said Aqil Siroj ini berisi koleksi sebagian buku, audio books, kaset-kaset wayang, foto dan cakram padat (CD) milik Gus Dur, termasuk buku-buku yang ditulis Gus Dur dan buku-buku karya orang lain mengenai Gus Dur. Menurut Kang Sobary, pintar dan kritisnya Gus Dur dengan kiblat...